global i-news.site
BANYUWANGI – Persiapan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2027 di Kabupaten Banyuwangi mulai terasa. Di Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi khususnya Desa Bengkak, muncul sosok kandidat yang menarik perhatian: Mayor Purnawirawan TNI, Kusnomo. Putra daerah asli Bengkak ini mendeklarasikan kesiapannya untuk memimpin desa dengan membawa semangat pengabdian murni, jauh dari kepentingan politik praktis atau akumulasi kekayaan.
Kusnomo menekankan bahwa motivasinya mencalonkan diri bukan didasari oleh ketokohan semu atau keinginan untuk mengelola anggaran desa demi keuntungan pribadi dan golongan. Sebaliknya, ia menawarkan kompetensi birokrasi yang matang, pengalaman kepemimpinan militer yang disiplin, serta niat tulus untuk mendengar aspirasi masyarakat.
“Niat saya mencalonkan diri sebagai Kepala Desa bukan karena ada uang yang akan dikelola. Saya murni ingin membangun desa bersama rakyat,” tegas Kusnomo saat ditemui di kediamannya, Minggu (17/5/2026).
Bagi Kusnomo, jabatan kepala desa adalah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan dan masyarakat. Ia berkomitmen untuk bekerja sepenuhnya untuk rakyat, bukan untuk kepentingan keluarga atau kelompok tertentu. Bahkan, ia menyatakan kesiapannya untuk “diperintah” oleh rakyat demi tercapainya kebaikan bersama.
“Bila saya diberi amanah, saya siap diperintah rakyat demi kebaikan bersama. Saya ingin menjadi abdi masyarakat yang benar-benar mendengarkan keluhan dan harapan warga,” tambahnya.
Latar belakangnya sebagai perwira menengah TNI diharapkan membawa dampak positif bagi tata kelola pemerintahan desa. Kusnomo berencana menerapkan disiplin tinggi, transparansi, dan efisiensi dalam birokrasi desa. Ia juga ingin memastikan bahwa setiap program pembangunan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Bengkak.
Sebagai putra daerah, Kusnomo memahami betul potensi dan masalah yang dihadapi Desa Bengkak. Ia bertekad untuk menggali potensi lokal dan memberdayakan ekonomi warga tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan luar.
“Dari kekayaan dan ketokohan, saya tidak mengandalkan itu. Yang saya bawa adalah kemampuan birokrasi, pengalaman, wibawa, dan keikhlasan untuk mengabdi,” pungkasnya.
Deklarasi sikap Kusnomo ini mendapat respons beragam dari warga. Sebagian menyambut baik adanya figur dengan latar belakang militer yang dikenal disiplin dan berintegritas. Namun, tantangan terbesar baginya adalah membuktikan konsistensi antara ucapan dan tindakan jika kelak terpilih menjadi Kepala Desa Bengkak periode 2027
Pilkades serentak di Banyuwangi diperkirakan akan berlangsung panas dengan berbagai dinamika. Kehadiran sosok seperti Kusnomo diharapkan dapat memberikan warna baru dalam kontestasi demokrasi tingkat desa, di mana integritas dan pengabdian menjadi nilai utama yang ditawarkan kepada pemilih.














