banner 728x250

Di Balik Jeruji, Semangat Pancasila Tetap Membara: Lapas Banyuwangi Peringati Hari Lahir Pancasila 2026

global.i-news.dite

BANYUWANGI – Suasana khidmat terasa di Lapangan Blok Hunian Griya Blambangan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi, pada Senin (1/6/2026). Ratusan warga binaan pemasyarakatan (WBP) bersama jajaran pejabat struktural dan pegawai lapas mengikuti upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Pancasila Tahun 2026.

Meskipun berlangsung di lingkungan tertutup, esensi kebangsaan dan kekhidmatan upacara tidak berkurang sedikit pun. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Admin Kamtib) Lapas Banyuwangi, Sabar Supriyanto, membacakan pidato resmi Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi. Tema yang diusung tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, menjadi refleksi mendalam bagi seluruh peserta upacara.

Dalam amanatnya, Sabar Supriyanto menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai “bintang penuntun” atau living ideology bagi para warga binaan. Ia mengajak mereka untuk tidak terpuruk oleh masa lalu, melainkan menggunakan nilai-nilai luhur Pancasila untuk merajut masa depan yang lebih baik.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya dalam menyatukan keberagaman bangsa. Bagi Saudara-Saudara warga binaan di sini, jadikan momentum 1 Juni ini sebagai refleksi diri yang mendalam. Jangan biarkan masa lalu membelenggu, tetapi jadikan api Pancasila senantiasa hidup dalam setiap denyut nadi untuk melangkah ke depan dan berkontribusi positif saat bebas nanti,” ujar Sabar di hadapan para WBP.

Pancasila Sebagai Jangkar Moral

Mengutip narasi dari Kepala BPIP, Sabar juga menegaskan bahwa Pancasila berfungsi sebagai “jangkar moral” bangsa di tengah turbulensi zaman. Di lingkungan pemasyarakatan, pesan ini diinternalisasi sebagai pengingat bagi warga binaan untuk memperkuat benteng moral, memperbaiki kepribadian, serta melatih kedisiplinan selama menjalani masa pidana.

Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata dari komitmen Lapas Banyuwangi dalam mengejawantahkan amanat keadilan sosial. Pihak lapas memastikan bahwa tidak ada warga negara yang merasa ditinggalkan, termasuk mereka yang sedang menjalani hukuman.

“Warga binaan juga memiliki hak dan kewajiban yang melekat pada dirinya. Oleh karena itu, tingginya jeruji besi bukan menjadi penghalang untuk menumbuhkan semangat kebangsaan dan cinta tanah air,” tutup Sabar.

Upacara berjalan lancar dan tertib, diakhiri dengan doa bersama untuk kedamaian bangsa dan keberhasilan proses rehabilitasi para warga binaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *