banner 728x250

GPK soroti dugaan proyek siluman didesa Taman kursi

Situbondo globalnews (13/2/2026)

Pekerjaan proyek rabat di Desa Taman Kursi Kecamatan Sumbermalang menuai sorotan tajam publik. Ketua Gerakan Peduli Bangsa Taufik Hidayah S.H tidak mencerminkan prinsip keterbukaan publik sebab tidak adanya papan nama pada proyek tersebut yang memuat asal muasal sumber anggaran.

Menurut Taufik berdasarkan dari laporan masyarakat dan temuan di lapangan :

1. Dugaan Proyek Siluman: Proyek rabat beton sepanjang ± 150 M tersebut dikerjakan tanpa papan nama informasi proyek, melanggar prinsip transparansi publik (UU KIP).

2. Kejanggalan Waktu Pengerjaan: Kuat dugaan proyek desa ini baru dikerjakan saat ini, menimbulkan kecurigaan bahwa anggaran yang digunakan adalah tahun 2025, atau pengerjaan yang tidak sesuai jadwal.

3. Intimidasi Warga: Adanya dugaan intimidasi terhadap warga yang berani melapor, menimbulkan ketakutan di masyarakat Desa Taman Kursi.

4. Kepala Desa Bungkam: Konfirmasi awak media melalui WhatsApp terkait anggaran dan volume tidak dijawab oleh Kepala Desa, yang justru mengalihkan pertanyaan…

Taufik yang juga praktisi hukum meminta Inspektorat Situbondo turun langsung ke lapangan (cek fisik), bukan hanya memeriksa administrasi, serta mendesak agar kasus ini diusut tuntas untuk menghindari penyimpangan uang rakyat.
Setiap proyek yang menggunakan anggaran negara (termasuk Dana Desa) wajib memasang papan informasi proyek agar masyarakat dapat mengawasi.
Tidak adanya papan nama sering kali menjadi indikasi adanya ketidaksesuaian volume, bahan, atau bahkan penyalahgunaan anggaran.

Taufik Hidayah menyatakan akan mengawal kasus ini hingga tuntas dan tidak segan-segan melaporkannya ke aparat penegak hukum jika ditemukan bukti kuat adanya penyelewengan dana masyarakat demi memperkaya diri sendiri.

Pewarta : farhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *