Insiden Ledakan Terbaru di Situbondo pada 18 Februari 2026, Satu orang tewas diketahui bernama Supriyadi (50), yang tertimpa reruntuhan.6–7 lainnya mengalami luka-luka, termasuk luka bakar dan patah tulang, dan dirawat di rumah sakit, belasan rumah di sekitar lokasi turut rusak akibat kuatnya ledakan.
Kepolisian menyatakan ledakan berasal dari petasan yang tengah diproses atau disimpan di dalam rumah, Tim Gegana Brimob dari Polda Jawa Timur dikerahkan untuk sterilisasi lokasi sebelum olah TKP.

Kejadian besar di Situbondo yang berdampak luas dan menimbulkan korban tewas tercatat baru insiden pada 18 Feb 2026, Insiden kecil terkait petasan atau bahan peledak lainnya juga pernah terjadi sebelumnya, contoh yang terverifikasi adalah ledakan petasan 2018 yang menyebabkan luka pada dua orang.
Pihak berwenang dan kepolisian setempat terus menyelidiki penyebab insiden terbaru serta mengimbau masyarakat:
-
Tidak menyimpan atau memproduksi bahan peledak di area pemukiman.
-
Menghubungi aparat jika menemukan bahan berbahaya di rumah atau lingkungan.
-
Warga diminta tetap tenang dan mengikuti arahan evakuasi ketika terjadi kejadian darurat.

Tragedi ini mengingatkan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Tradisi, kebutuhan ekonomi, atau kebiasaan lama tidak boleh mengabaikan risiko yang dapat merenggut nyawa. “Ledakan tidak pernah terjadi tiba-tiba. Selalu ada risiko yang diabaikan sebelumnya.”
|Kabiro Kediri Kota














