Guntur Priambodo Purna Tugas, Tujuh Nama Mencuat dalam Bursa Calon Sekkab Banyuwangi
global.i-news.site
BANYUWANGI – Purna tugasnya Guntur Priambodo sebagai Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi per 1 Juni 2026 membuka babak baru dalam dinamika birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi. Kursi pejabat tertinggi karier di pemerintahan daerah itu kini menjadi sorotan, seiring munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut berpeluang mengisi posisi strategis tersebut.
Hingga Selasa (2/6/2026), belum ada keputusan resmi dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, terkait siapa yang akan dipercaya menduduki jabatan Sekkab. Namun, penelusuran Global News menyebutkan sedikitnya tujuh pejabat eselon II masuk dalam radar kandidat pengganti Guntur.
Posisi Sekkab dikenal sebagai salah satu jabatan paling strategis di lingkungan pemerintah daerah. Selain menjadi motor koordinasi birokrasi, Sekkab juga berperan sebagai penghubung utama antara kepala daerah dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Karena itu, siapa pun yang nantinya dipilih akan memegang peran penting dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pelaksanaan program pembangunan Banyuwangi ke depan.
Jejak Karier Guntur Priambodo
Guntur Priambodo resmi memasuki masa purna tugas terhitung sejak 1 Juni 2026. Karier birokrat senior tersebut terbilang panjang dan sarat pengalaman. Ia baru dilantik sebagai Sekkab definitif pada September 2025, setelah sebelumnya menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekkab sejak 18 September 2024. Pelantikan definitifnya saat itu dipimpin langsung oleh Bupati Ipuk Fiestiandani di halaman Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Balak, Kecamatan Songgon.
Sebelum menduduki jabatan puncak birokrasi tersebut, Guntur pernah menempati sejumlah posisi strategis, mulai dari Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda, Asisten Administrasi Umum Setda, hingga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan (PUPR). Pengalaman panjang ini membuatnya dikenal sebagai ASN senior yang memahami seluk-beluk birokrasi Banyuwangi.
Tujuh Kandidat Potensial
Sumber internal yang mengetahui dinamika birokrasi Pemkab Banyuwangi menyebut, para asisten sekretariat daerah menjadi kelompok yang paling berpeluang masuk bursa Sekkab. Saat ini, terdapat tiga pejabat yang menduduki posisi tersebut:
1. M. Yanuarto Bramuda, Asisten Administrasi Pemerintahan Setkab Banyuwangi.
2. Suratno, Asisten Perekonomian dan Pembangunan.
3. Budi Santoso, Asisten Administrasi Umum.
Ketiganya dinilai memiliki pengalaman koordinatif yang kuat karena berinteraksi langsung dengan berbagai OPD dan terlibat dalam penyusunan kebijakan daerah.
Selain para asisten aktif, sejumlah mantan asisten yang kini memimpin OPD juga disebut memiliki peluang sama. Mereka adalah:
* Choirul Ustadi Yudawanto, Inspektur Banyuwangi.
* Wawan Yadmadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian (Disnakertransperin).
* Suyanto Waspo Tondo Wicaksono (Yayan), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi.
Nama Yayan disebut-sebut memiliki nilai lebih dibanding kandidat lain. Pasalnya, ia memenuhi dua kriteria sekaligus: pernah menjabat sebagai asisten sekretariat daerah dan saat ini memimpin Bappeda. Kombinasi pengalaman di bidang perencanaan pembangunan dan koordinasi birokrasi membuat namanya sering diperbincangkan.
Kandidat ketujuh adalah Samsudin, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Banyuwangi. Posisinya sebagai pengelola keuangan daerah dinilai menjadi modal penting, mengingat Sekkab memiliki peran sentral dalam mengoordinasikan program pembangunan yang berkaitan erat dengan penganggaran.
Hingga saat ini, masyarakat dan jajaran birokrasi masih menunggu keputusan resmi Bupati Ipuk Fiestiandani mengenai siapa yang akan ditunjuk menjadi Sekkab Banyuwangi yang baru.














