global.i-news.site
BANYUWANGI – Kabar menggembirakan datang dari dunia pertanian di wilayah Kecamatan Wongsorejo.Kanupaten Banyuwangi Para petani jagung di daerah ini akhirnya bisa bernapas lega dan tersenyum lebar.
Pasalnya, meski sudah memasuki masa-masa akhir panen, harga jagung justru terbilang sangat memuaskan. Saat ini, harga jual jagung pipil kering di tingkat petani mampu tembus angka Rp 6.000 per kilogram.
Kondisi ini tentu sangat dinanti-nantikan oleh para petani. Di saat biasanya harga cenderung turun atau stagnan menjelang akhir musim panen karena pasokan melimpah, justru di Wongsorejo harga tetap bertahan di angka yang menguntungkan.
Dengan harga tersebut, hasil panen yang mereka kumpulkan selama ini bisa terjual dengan nilai yang layak. Pendapatan yang didapat pun diharapkan bisa digunakan untuk modal bertani kembali serta memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.
“Alhamdulillah, di akhir panen harga masih bagus. Kami sangat bersyukur dan lega karena jerih payah kami tidak sia-sia,” ujar Bunali ,Warga karang Rejo selatan Desa Wongsorejo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi salah satu petani setempat.
Pasalnya, meski sudah memasuki masa-masa akhir panen, harga jagung justru terbilang sangat memuaskan. Saat ini, harga jual jagung pipil kering di tingkat petani mampu tembus angka Rp 6.000 per kilogram.pungkasnya
Hal yang sama juga disampaikan oleh Achmad Haironi petani Asal Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi menyampaikan bahwa harga jagung disaat ini tembus Rp 6.000/kg nya ini sangat bagus dibanding tahun tahun kemarin, ucapnya Minggu ( 26/4 )
Dikonfirmasi terkait harga tersebut, Toni, salah seorang pedagang atau pengepul jagung asal Desa Bengkak Wongsorejo Banyuwangi membenarkan hal tersebut.
“Benar, saat ini harga jagung memang sudah mencapai Rp 6.000 per kilogram. Harga ini berlaku untuk jagung kering hasil panen warga di sini,”* ujar Toni membenarkan.
Kondisi ini tentu sangat dinanti-nantikan oleh para petani. Di saat biasanya harga cenderung turun atau stagnan menjelang akhir musim panen karena pasokan melimpah, justru di Wongsorejo harga tetap bertahan di angka yang menguntungkan.
Dengan harga tersebut, hasil panen yang mereka kumpulkan selama ini bisa terjual dengan nilai yang layak. Pendapatan yang didapat pun diharapkan bisa digunakan untuk modal bertani kembali serta memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.














