global.i-news.site
BANYUWANGI – Mengulas kembali masa lalu, tepatnya di era tahun 70-an, Pasar Jum’atan yang terletak di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi pernah menjadi salah satu ikon dan pusat keramaian yang sangat terkenal. Pasar ini menjadi bukti sejarah bahwa Desa Bengkak Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu desa yang sangat menonjol dan memiliki peran penting di wilayah Kecamatan Wongsorejo pada masa itu.
Setiap hari Jumat, lokasi ini selalu dipadati oleh ribuan masyarakat dari berbagai penjuru. Suasana sangat hidup, hiruk pikuk perdagangan barang dan jasa berjalan sangat lancar, menjadikan pasar ini sebagai pusat ekonomi dan interaksi sosial warga setempat.

Namun, siapa sangka, kemegahan dan keramaian tersebut kini tinggal cerita. Jika kita berkunjung ke lokasi yang sama saat ini, pemandangan yang terlihat sangatlah berbeda.
Kini, di lokasi bekas Pasar Jum’atan tersebut hanya tersisa beberapa lapak-lapak kecil yang berdiri sepi. Tidak ada lagi keramaian, tidak ada lagi hiruk pikuk pedagang dan pembeli yang memenuhi area pasar. Suasana terlihat sangat lengang dan sunyi, seolah tak ada lagi aktivitas jual beli yang berarti pada hari pasar tersebut.

Transformasi waktu telah mengubah wajah Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi meninggalkan nostalgia masa kejayaan yang kini hanya bisa dikenang oleh warga yang pernah merasakannya.
Mengulas kembali masa lalu, tepatnya di era tahun 70-an, Pasar Jum’atan yang terletak di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, pernah menjadi salah satu ikon dan pusat keramaian yang sangat terkenal. Pasar ini menjadi bukti sejarah bahwa Desa Bengkak merupakan salah satu desa yang sangat menonjol dan memiliki peran penting di wilayah Kecamatan Wongsorejo pada masa itu.
Setiap hari Jumat, lokasi ini selalu dipadati oleh ribuan masyarakat dari berbagai penjuru. Suasana sangat hidup, hiruk pikuk perdagangan barang dan jasa berjalan sangat lancar, menjadikan pasar ini sebagai pusat ekonomi dan interaksi sosial warga setempat.
Namun, siapa sangka, kemegahan dan keramaian tersebut kini tinggal cerita. Jika kita berkunjung ke lokasi yang sama saat ini, pemandangan yang terlihat sangatlah berbeda.
Kini, di lokasi bekas Pasar Jum’atan tersebut hanya tersisa beberapa lapak-lapak kecil yang berdiri sepi. Tidak ada lagi keramaian, tidak ada lagi hiruk pikuk pedagang dan pembeli yang memenuhi area pasar. Suasana terlihat sangat lengang dan sunyi, seolah tak ada lagi aktivitas jual beli yang berarti pada hari pasar tersebut.
Harapan Sahwito Warga Desa Bengkak
Ditemui di lokasi, sejumlah warga dan masyarakat sekitar pun angkat bicara. Mereka mengaku sangat merindukan suasana masa lalu dan berharap kondisi pasar ini bisa berubah ke arah yang lebih baik.
“Kami sangat berharap sekali, semoga kedepannya Pasar Jum’atan di Desa Bengkak ini bisa berkembang dan maju kembali. Kami ingin melihat pasar ini ramai kembali seperti pada zamannya dulu, bisa menjadi pusat ekonomi yang hidup dan kembali menjadi kebanggaan desa,”* ujar salah satu warga dengan penuh harap.
Transformasi waktu telah mengubah wajah Desa Bengkak, meninggalkan nostalgia masa kejayaan yang kini hanya bisa dikenang, namun tetap menyisakan harapan besar agar bisa bangkit kembali.














