banner 728x250
Daerah  

Pasar Kawasan Perdesaan Desa Alasrejo Mangkrak, Bantuan APBN Pusat Tak Bernilai Ekonomi Bagi Warga

oplus_0

Global.i-news.site

BANYUWANGI – Pasar Kawasan Perdesaan (PKP) di Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, hingga saat ini dilaporkan mangkrak total dan tidak memiliki nilai ekonomi sama sekali bagi masyarakat setempat. Padahal, fasilitas tersebut dibangun menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pusat pada periode sebelumnya dengan harapan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi warga.

Kondisi pasar yang seharusnya ramai oleh aktivitas jual beli kini terlihat sepi, dengan sebagian besar kios tertutup rapat atau bahkan rusak akibat kurang perawatan. Beberapa bagian bangunan juga tampak mulai lapuk dan ditumbuhi lumut, mencerminkan minimnya pengawasan dan pengelolaan pasca-serah terima.

“Sangat disayangkan. Dulu saat pembangunan, warga berharap pasar ini bisa jadi tempat usaha baru, mengurangi ketergantungan ke pasar induk di kota. Tapi kenyataannya, sampai sekarang mati suri. Tidak ada pedagang tetap, tidak ada transaksi signifikan. Uang negara habis, tapi manfaatnya nol,” keluh salah satu warga Desa Alasrejo, yang tidak mau disebutkan identitasnya Kamis (14/5/2026).

Masyarakat mempertanyakan penyebab kegagalan operasional pasar tersebut. Apakah karena kesalahan lokasi, kurangnya sosialisasi kepada calon pedagang, atau lemahnya komitmen pemerintah desa Alasrejo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi,dalam mengelola aset pasca-pembangunan? Fakta bahwa pasar ini merupakan bantuan langsung dari pusat (APBN) membuat ketidakefektifan nya semakin terasa ironis.

Padahal, tujuan utama pembangunan Pasar Kawasan Pedesaan ( PKP ) adalah untuk mendekatkan akses pasar bagi masyarakat pedesaan, meningkatkan pendapatan petani dan UMKM lokal, serta menyerap tenaga kerja. Dengan kondisi mangkrak seperti sekarang, tujuan mulia tersebut gagal total tercapai.

Tokoh masyarakat Desa Alasrejo mendesak Pemerintah Desa setempat bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Banyuwangi untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka menuntut adanya strategi revitalisasi atau perubahan fungsi jika pasar tradisional memang tidak viable (layak) secara ekonomi di lokasi tersebut.

“Jangan dibiarkan begitu saja. Jika memang tidak bisa jadi pasar, mungkin bisa dialihfungsikan menjadi gudang hasil bumi, sentra olahan pangan, atau fasilitas umum lain yang produktif. Yang penting, aset negara itu harus memberi balik pada rakyat,” tegas perwakilan warga.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Alasrejo belum memberikan keterangan resmi terkait rencana perbaikan atau revitalisasi Pasar Kawasan Perdesaan tersebut. Warga berharap adanya tindak lanjut konkret agar bantuan APBN masa lalu tidak sia-sia dan dapat kembali menggerakkan roda perekonomian desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *