banner 728x250
Daerah  

Pembangunan KDMP Merah Putih di Desa Watukebo Mulai Berjalan, Perhutani Tebang 18 Pohon; Kunjungan Wartawan Dianggap “Komplain” oleh Danramil

oplus_0

global.i-news.site

BANYUWANGI – Pembangunan Koprasi Desa merah putih (KDMP) di Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, resmi dimulai. Proyek strategis ini menggunakan lahan milik Perum Perhutani seluas kurang lebih 1.000 meter persegi. Sebagai bagian dari persiapan lokasi, Perhutani telah menebang sekitar 18 pohon di area tersebut.

Namun, proses awal pembangunan ini diwarnai dengan insiden antara awak media dan aparat militer setempat. Saat wartawan hadir di lokasi untuk melakukan liputan rutin mengenai progres pembangunan, kehadiran mereka justru disikapi negatif oleh Danramil Wongsorejo, Kapten Inf. Syaiful Fuad Menurut pengakuan sejumlah jurnalis yang hadir, Kapten Fuad menganggap kehadiran wartawan sebagai bentuk “komplain” atau pencarian kesalahan, bukan sebagai upaya peliputan berita objektif.ini disampaikan melalui WhatsApp

oplus_0

Bahwa kami sebagai jurnalis kalau mau komplain Monggo ke kodim Saja , mumpung ada kumpul Danramil di kodim padahal kami tidak komplain kami kerja sesuai tupoksi seorang jurnalis sebagai kontrol sosial

“Saya datang ke sini hanya untuk meliput fakta di lapangan, bahwa pembangunan sudah mulai dan ada penebangan pohon sesuai izin. Tidak ada niat untuk komplain atau provokasi. Tapi respons Bapak Danramil seolah-olah kami adalah musuh yang ingin menggagalkan proyek,”Rabu 13/5/2026

Kapten Syaiful Fuad diketahui sempat memberikan pesan WatsAAp kepada wartawan yang berada di area konstruksi. Ia menilai bahwa kehadiran media dapat mengganggu konsentrasi pekerja atau menimbulkan mis interpretasi di masyarakat jika tidak dikontrol. Sikap defensif ini dinilai mengecewakan oleh kalangan pers, mengingat transparansi dalam penggunaan lahan negara (Perhutani) dan pembangunan fasilitas umum/militer seharusnya terbuka untuk diawasi publik.

Sementara itu, pihak Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Utara BKPH Bajulmati,melalui Mantri Budiono Beliau membenarkan adanya penebangan 18 pohon di lokasi KDMP Di Desa Watukebo. Langkah ini dilakukan setelah melalui prosedur administrasi dan persetujuan pemanfaatan lahan seluas 1.000 meter persegi untuk kepentingan
Pembangunan Koprasi Desa merah putih ( KDMP )

“Kami telah mengikuti prosedur yang berlaku. Penebangan dilakukan secara selektif hanya pada area yang akan dibangun bangunan,” kata perwakilan Perhutani saat dikonfirmasi terpisah.POS pantau

Menanggapi insiden tersebut,kami
berharap agar aparat keamanan dapat lebih bersikap terbuka terhadap peran pers. “Wartawan itu mitra kontrol sosial. Jika pembangunannya benar dan prosedural, kenapa takut diliput? Justru dengan liputan, masyarakat jadi tahu bahwa ini proyek resmi, bukan okupasi liar,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kodim Banyuwangi belum memberikan keterangan resmi terkait sikap Danramil Wongsorejo terhadap wartawan. Kalangan jurnalis berharap adanya klarifikasi dan permintaan maaf agar hubungan sinergis antara TNI dan media tetap terjaga, serta prinsip keterbukaan informasi publik dapat dihormati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *