global.i-news.site
BANYUWANGI – Bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) berupa alat pengering jagung (box dryer) yang dialokasikan untuk Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi,hingga saat ini dilaporkan mangkrak dan tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya. Padahal, alat bernilai Rp 600 jutaan rupiah tersebut diharapkan dapat membantu petani lokal dalam proses pasca panen.Dan sampai saat ini selama lebih Satu Dekade lebih Masih mangkrak
Berdasarkan penelusuran di lapangan, alat pengering jagung tersebut telah bangun Tidak ada aktifitas apapun disekitaran pabrik pengolahan baru yang berada di Dusun Karang baru, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Senin, 11 Mei 2026.
fasilitas ini sebenarnya Untuk gabungan kelompok tani (atau Gapoktan) setempat sejak beberapa waktu lalu. Namun, alih-alih meningkatkan efisiensi pengeringan, alat tersebut kini hanya terbengkalai tanpa fungsi yang jelas. Kondisi ini tentu sangat disayangkan mengingat tingginya kebutuhan petani akan teknologi pengeringan, terutama saat musim hujan ketika pengeringan alami sulit dilakukan.
Tidak ada aktifitas apapun disekitaran pabrik pengolahan baru yang berada di Dusun Karang baru, Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Semua tampak normal seperti biasa setidaknya selama lebih dari 1 dekade atau sejak bangunan ini berdiri.
Bangunan tersebut merupakan pabrik jagung yang sedianya akan digunakan masyarakat sekitar untuk pengeringan jagung hasil panen.
“Awal pembangunan itu bertujuan untuk membantu masyarakat Dusun Karang baru dan sekitarnya dalam pengelolaan hasil panen jagung,” ujar Kepala Desa (Kades) Alasbuluh, Abu Sholeh Said.
Namun dalam perkembangannya, keberadaan pabrik pengeringan jagung tersebut tidak optimal dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar.
“Tujuannya agar masyarakat tidak bingung dalam mengolah hasil pertanian tapi akses jalannya memang tidak mudah. Mungkin itu juga yang jadi kendala masyarakat akhirnya enggan menggunakan pabrik pengeringan ini,” tutur Kades Alasbuluh saat di temui pendopo Desa Bengkak.
Minimnya pemanfaatan pabrik pengeringan jagung tersebut membuat keberadaan bangunan ini mangkrak lebih dari 1 dekade.
“Pabrik ini dibangun kalau tidak salah pada tahun 2013 dan sempat dimanfaatkan sebentar. Selanjutnya sudah tidak lagi sampai sampai hari ini,” kata Abu Sholeh Said pada global.i-news.site
Kades Alasbuluh, Abu Sholeh Said berharap masyarakat bisa kembali memanfaatkan pabrik pengeringan jagung tersebut agar tidak mangkrak.
Pabrik pengeringan jagung tersebut berasal dari dana hibah BKK Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 600.000.000,- (Enam ratus juta rupiah) pada tahun 2013 pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.














