banner 728x250
Daerah  

Dinilai Masih Alergi,Kepala Desa Di Wongsorejo Sering Tutup Diri Dari Wartawan

BANYUWANGI  | global.i-news.site – Fenomena pejabat publik yang tertutup dan enggan dikonfirmasi masih terlihat di wilayah Kecamatan Wongsorejo.Kabupaten Banyuwangi  Khususnya para Kepala Desa, dinilai masih memiliki sikap “alergi” terhadap kehadiran wartawan atau jurnalis yang ingin melakukan peliputan maupun meminta keterangan resmi.
Padahal, sebagai pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyat dan mengelola anggaran negara, Kepala Desa seharusnya bersifat terbuka, transparan, dan mudah diakses oleh media sebagai perpanjangan tangan masyarakat.
Namun kenyataannya di lapangan, banyak keluhan yang disampaikan oleh awak media. Ketika ada peristiwa atau isu yang berkembang di desa, seringkali Kepala Desa justru bersikap menghindar, sulit dihubungi via telepon, hingga terkesan enggan memberikan klarifikasi atau jawaban resmi.
“Kami merasakan bahwa sebagian Kepala Desa di sini masih alergi dengan wartawan. Padahal tugas kami hanya ingin menyampaikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat. Tapi sering kali kami dipersulit atau bahkan diabaikan,” keluh salah satu jurnalis yang bertugas di wilayah tersebut.
Sikap tertutup ini dinilai sangat kontras dengan semangat keterbukaan informasi publik yang sedang digalakkan. Alih-alih mendapatkan penjelasan, media justru sering kali mendapat kesan bahwa pejabat desa seolah-olah memiliki sesuatu yang ditutup-tutupi.
“Seharusnya Kepala Desa sadar, bahwa berbicara dengan pers adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab mereka. Dengan berkomunikasi yang baik, justru akan meluruskan informasi dan mencegah hoaks,” tambahnya.
Masyarakat pun berharap ke depannya para Kepala Desa di Wongsorejo dapat lebih bijak dan profesional dalam menghadapi media. Tidak perlu takut atau risih dikonfirmasi, karena keterbukaan adalah kunci kepercayaan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *