banner 728x250
Daerah  

Jaga Distribusi Energi Bersubsidi, Kapokdar Kamtibmas Bhayangkara Situbondo Sidak SPBU di Arjasa

Sidak dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan gas LPG 3 kilogram dan distribusi tetap lancar bagi masyarakat.

SITUBONDO — Upaya menjaga stabilitas distribusi energi bersubsidi terus dilakukan di Kabupaten Situbondo. Kapokdar Kamtibmas Bhayangkara Polres Situbondo, Haji Ismail, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Lamongan yang berada di Kecamatan Arjasa, Sabtu (7/3/2026).

Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi praktik penimbunan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram yang berpotensi memicu kelangkaan di tengah masyarakat. Gas LPG 3 kilogram merupakan salah satu komoditas energi yang sangat dibutuhkan, terutama oleh rumah tangga kecil dan pelaku usaha mikro.

Dalam kunjungannya, Haji Ismail melakukan pengecekan langsung terhadap ketersediaan stok tabung gas LPG di lokasi. Ia juga berdialog dengan pengelola SPBU untuk mengetahui pola distribusi gas kepada masyarakat serta memastikan penyalurannya berjalan sesuai ketentuan.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa distribusi gas LPG di SPBU Lamongan Arjasa masih berjalan normal. Tidak ditemukan adanya indikasi penimbunan tabung gas yang dapat mengganggu stabilitas pasokan bagi masyarakat.

“Kami melakukan sidak ini untuk memastikan distribusi gas LPG 3 kilogram berjalan sebagaimana mestinya. Dari hasil pengecekan langsung di lapangan, tidak ditemukan adanya penimbunan,” kata Haji Ismail.

Menurutnya, pengawasan terhadap distribusi energi bersubsidi menjadi hal penting agar bantuan pemerintah tersebut benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak menerima. Tanpa pengawasan yang baik, potensi penyimpangan seperti penimbunan atau penjualan tidak wajar dapat terjadi.

Selain memeriksa ketersediaan stok gas, Haji Ismail juga memantau aktivitas pelayanan di SPBU Lamongan. Ia menyebut situasi di lokasi terlihat kondusif dengan aktivitas masyarakat yang berjalan normal.

Tidak terlihat adanya antrean panjang pembelian gas LPG maupun bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini menjadi indikator bahwa distribusi energi di wilayah tersebut masih berjalan lancar.

“Kami juga melihat langsung aktivitas masyarakat di SPBU. Situasinya normal, tidak ada antrean panjang. Artinya distribusi gas masih berjalan baik dan stok mencukupi,” ujarnya.

Sementara itu, pengawas SPBU Lamongan Arjasa, Sunanto, menjelaskan bahwa pasokan gas LPG 3 kilogram di tempatnya berasal dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Kapongan.

Menurut dia, SPBU Lamongan menerima kiriman gas LPG secara rutin setiap hari dengan jumlah sekitar 50 tabung.

“Setiap hari kami mendapat kiriman sekitar 50 tabung dari SPBE Kapongan. Selama ini pasokan datang secara rutin sehingga kebutuhan masyarakat masih bisa terpenuhi,” kata Sunanto.

Ia juga memastikan bahwa pelayanan di SPBU Lamongan hingga saat ini tetap berjalan normal. Distribusi BBM maupun gas LPG berlangsung lancar tanpa menimbulkan antrean panjang di tengah masyarakat.

Gas LPG 3 kilogram sendiri merupakan komoditas bersubsidi yang diperuntukkan bagi rumah tangga kurang mampu serta pelaku usaha kecil. Karena itu, distribusinya harus dijaga agar tetap tepat sasaran.

Praktik penimbunan gas LPG sering kali menjadi salah satu penyebab terjadinya kelangkaan di lapangan. Ketika pasokan ditahan oleh oknum tertentu, harga di tingkat pengecer dapat melonjak dan menyulitkan masyarakat dalam memperoleh gas dengan harga yang wajar.

Karena itu, pengawasan terhadap distribusi LPG bersubsidi menjadi penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus melindungi kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Haji Ismail juga mengimbau masyarakat agar menggunakan gas LPG bersubsidi sesuai dengan peruntukannya. Ia berharap masyarakat yang secara ekonomi mampu dapat menggunakan gas non-subsidi sehingga distribusi LPG 3 kilogram tetap tepat sasaran.

“Kami berharap masyarakat menggunakan LPG sesuai peruntukannya. Gas 3 kilogram ini diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi gas LPG di lingkungan masing-masing. Jika ditemukan indikasi penimbunan atau penjualan yang tidak wajar, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.

Menurut Haji Ismail, sinergi antara pengelola SPBU, distributor, aparat keamanan, dan masyarakat sangat penting untuk menjaga stabilitas distribusi energi di daerah.

Dengan pengawasan yang berkelanjutan, potensi penyimpangan dapat dicegah sejak dini sehingga ketersediaan gas LPG bagi masyarakat tetap terjamin.

“Alhamdulillah dari hasil sidak hari ini, distribusi gas LPG di wilayah Arjasa masih aman dan terkendali. Kami berharap kondisi ini terus terjaga sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan mendapatkan gas,” ujarnya.

Langkah pemantauan langsung di lapangan seperti ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat sekaligus memastikan distribusi energi bersubsidi di Kabupaten Situbondo tetap berjalan stabil dan tepat sasaran.

Penulis: Azis Chemoth

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *