global.i-news.site
BANYUWANGI – Ketegangan terjadi di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, terkait dugaan penebangan liar pohon kapuk secara massal. Kuat dugaan, aksi pembabatan hutan tersebut dilakukan oleh seorang warga setempat berinisial K (Kusmantoro). Yang lebih mengejutkan, saat konfrontasi dengan masyarakat mengenai konstruksi hukum yang mengancam, Kusmantoro justru menunjukkan sikap arogan dan menyatakan kesiapannya menanggung segala risiko.
Aset Tukar Guling KLHK-Pertamina Dijadikan “Bancaan”
Pohon-pohon kapuk yang ditebang diketahui merupakan aset milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang statusnya telah terlibat dalam skema tukar guling (swap) dengan PT Pertamina. Masyarakat menilai aset negara ini sedang dijadikan “bancaan” atau objek penjarahan oleh segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi dan golongan.
“Seharusnya aset negara dilindungi, bukan dijadikan ladang keuntungan pribadi. Ini sangat meresahkan,” keluh salah satu warga yang merasa hak atas lingkungan sehatnya terampas.
Ancaman Bencana Ekologis
Dari pantauan Global News, aktivitas penebangan ini telah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara masif. Dampak ekologis dari aksi ini sangat mengkhawatirkan. Warga setempat memperingatkan bahwa jika vegetasi pohon kapuk dibabat habis, daya serap air tanah akan hilang. Hal ini diprediksi akan memicu banjir bandang dan tanah longsor di wilayah hilir ketika musim hujan tiba, yang tentunya membahayakan keselamatan jiwa dan properti warga.
Desas-Desus dan Tuntutan Penegakan Hukum
Desas-desus di tengah masyarakat semakin kencang menyebutkan bahwa kelompok Kusmantoro-lah yang bertanggung jawab atas perusakan tersebut. Menyikapi hal ini, publik mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Resort Banyuwangi dan penyidik KLHK, untuk segera turun tangan dan menindak tegas para pelaku tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait dari PT Pertamina maupun perwakilan KLHK belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan penebangan liar dan status keamanan aset tukar guling tersebut. Investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap tuntas jaringan di balik perusakan lingkungan ini.






