global.i-news.site
BANYUWANGI, 16 Februari 2026 | – Sebanyak 35 ekor kambing yang menjadi bagian dari sumber protein hewani untuk masyarakat di Desa Wongsorejo Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi Banyuwangi, Jawa Timur, telah ditemukan mati. Kondisi ini menjadi perhatian karena hingga saat ini belum ada dokumentasi resmi maupun berita acara yang dibuat oleh pihak desa terkait peristiwa tersebut.
Kambing memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal,dimana sumber dananya diambil dari 20% dana desa Tahun 2024, Kambing terutama sebagai sumber daging dan juga berkontribusi pada sistem pertanian berkelanjutan melalui pupuk organik dari kotorannya. Kehilangan jumlah yang yang mati cukup besar seperti ini berpotensi mempengaruhi ketersediaan protein bagi sebagian masyarakat serta merusak usaha peternak lokal.
Menurut informasi awal yang diterima, penyebab kematian kambing masih belum dapat dipastikan dengan jelas. Beberapa kemungkinan yang menjadi dugaan antara lain faktor kesehatan hewan, kondisi lingkungan, atau masalah pakan. Namun, tanpa adanya dokumentasi dan berita acara resmi, proses identifikasi penyebab serta langkah penanganan dan pencegahan lebih lanjut menjadi terhambat.
Ketersediaan dokumen dan berita acara sangat diperlukan untuk memastikan transparansi informasi, memfasilitasi bantuan yang mungkin diperlukan bagi peternak, serta sebagai dasar untuk mengambil kebijakan yang tepat dalam menjaga stabilitas sumber daya peternakan sebagai bagian dari ketahanan pangan daerah. Pihak terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan mendalam dan membuat catatan resmi terkait peristiwa ini.
Klarifikasi global.i-news.site menggunakan WatsAAp 15/2/2026 sore dengan Kepala Desa Wongsorejo melalui Solihin Kadus Karang Rejo selatan menjelaskan terkait berita acara dan dokumentasi sudah sepenuhnya diserahkan dan sudah dilaporkan kepada kepala Desa , ungkapnya
Terpisah Ketua Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Wongsorejo Hamidi yang akrab disapa Didik menerangkan terkait kambing yang mati untuk ketahanan pangan saya tidak tau , namun saya akan mendatangi pengelola kambing tersebut di Kadus Karangrejo Selatan Wongsorejo,guna memastikan kebenarannya,dan mekanisme pengelolaan nya bagaimana ,mereka juga menerangkan kalau sampai saat ini belum ada hasil selama kurang lebih satu tahun merawatnya, ucapnya














