banner 728x250
Daerah  

Gus Lilur Sampaikan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo atas Dukungan Penghentian Ekspor BBL

Surabaya – Beberapa bulan lalu, pengusaha perikanan budi daya lobster asal Situbondo, HRM. Khalilur R. Abdullah Sahlawiy, yang akrab disapa Gus Lilur, mengirimkan surat elektronik (surel) kepada Presiden Republik Indonesia, Jenderal Purn. TNI Prabowo Subianto, mengenai usulan penghentian ekspor Benih Benning Lobster (BBL). Dalam surat tersebut, Gus Lilur mengusulkan agar ekspor BBL dihentikan dan digantikan dengan kebijakan ekspor lobster ukuran 50 gram, yang diterima oleh pemerintah.

Gus Lilur menjelaskan bahwa kebijakan ini memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, dengan hanya mengekspor lobster ukuran 50 gram, para pengekspor diharuskan untuk membudidayakan BBL di dalam negeri selama minimal tiga bulan, yang diharapkan dapat menciptakan iklim budi daya lobster yang lebih baik di Indonesia.

Kedua, ia menilai bahwa kebijakan ini akan membuka jutaan lapangan kerja. Jika ekspor BBL berukuran 50 gram mencapai 2 juta ekor per hari, maka akan banyak pekerjaan baru yang tercipta untuk merawat keramba dan mengelola usaha budi daya lobster di Indonesia.

Ketiga, dengan penghentian ekspor BBL dan dimulainya ekspor lobster ukuran 50 gram, Gus Lilur percaya Indonesia akan dikenal sebagai pengeksport utama lobster, bukan hanya BBL. Selama ini, Indonesia lebih dikenal sebagai pengirim BBL ke Vietnam, yang kemudian mengolahnya menjadi lobster konsumsi untuk diekspor ke China. Dengan kebijakan baru ini, Gus Lilur berharap Indonesia bisa menjadi pengeksport lobster terbesar di dunia.

Gus Lilur juga mengungkapkan bahwa regulasi baru tentang ekspor lobster ukuran 50 gram akan segera diterbitkan, dengan target pengundangan pada akhir Februari 2026. “Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah mendengarkan dan menyetujui usulan kami,” ujar Gus Lilur penuh rasa syukur.

Ia juga mengapresiasi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP, Dr. Tb. Haeru Rahayu, yang telah menampung aspirasi pengusaha perikanan budi daya dan memfasilitasi terwujudnya kebijakan ini. Gus Lilur tak lupa berterima kasih kepada Menteri KKP yang dianggap semakin berkomitmen untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

Sebagai seorang pengusaha yang juga aktif di bidang filantropi, Gus Lilur mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam usaha budi daya yang dapat memberikan manfaat besar bagi negara. “Mari berbakti pada NKRI, mari berbudi daya, untuk kemajuan bersama,” tutupnya.

Dengan kebijakan baru ini, Gus Lilur optimis Indonesia akan segera menjadi pemain utama dalam industri ekspor lobster dunia, yang akan membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Penulis: Randa Kholilurrahim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *