banner 728x250
Daerah  

Viral “Teror Pocong” di Story WhatsApp, Polresta Banyuwangi Tingkatkan Patroli Meski Belum Ada Laporan Resmi

global.i-news.site

BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi belakangan ini dihebohkan dengan beredarnya kabar mengenai “teror pocong” yang meresahkan masyarakat. Fenomena ini tidak muncul dari laporan kepolisian, melainkan menyebar secara sporadis melalui pembaruan cerita (story) WhatsApp (WA) warga dalam 48 jam terakhir.

Sejumlah warga di berbagai wilayah Banyuwangi terlihat kompak mengunggah story WA berisi peringatan adanya penampakan atau teror makhluk halus berwujud pocong. Mereka juga saling mengingatkan untuk berhati-hati, terutama saat beraktivitas di malam hari.

Efek Domino Media Sosial

Penyebaran informasi ini terjadi secara masif dan cepat. Banyak warga yang awalnya tidak mengetahui isu tersebut, ikut-ikutan membagikan ulang story serupa setelah melihat kontak mereka melakukannya.

“Iya, saya tidak tahu kebenaran informasi ini. Tapi yang jelas, sebagian besar kontak saya memang update story-nya tentang teror pocong semua, padahal mereka tidak saling kenal dalam daftar kontak saya,” ujar Ike Damayanti, salah satu warga Banyuwangi, Jumat (23/5/2026).

Senada dengan Ike, warga lainnya bernama Yanto mengakui ikut serta menyebarkan informasi tersebut sebagai bentuk kepedulian. “Teman saya banyak yang update story tentang pocong. Saya juga ikutan agar bisa menjadi peringatan bagi yang suka beraktivitas pada malam hari,” tuturnya.

Dampak Psikologis bagi Masyarakat

Meski banyak yang menganggapnya sebagai hoaks atau sekadar tren media sosial, fenomena ini ternyata berdampak pada psikologis sebagian warga. Rasa was-was mulai muncul, terutama bagi mereka yang harus bekerja atau beraktivitas hingga larut malam.

“Secara pribadi saya bersama keluarga memang tidak percaya adanya isu teror pocong tersebut. Namun yang namanya alam bawah sadar, akhirnya ya terganggu juga. Muncul juga perasaan was-was saat malam hari padahal sebelumnya biasa saja,” keluh Misnati, seorang pedagang sayur di kawasan Mlijo.

Konfirmasi Polresta Banyuwangi

Menanggapi hal tersebut, Polresta Banyuwangi membenarkan adanya arus informasi yang masuk melalui media sosial. Kasi Humas Polresta Banyuwangi, Iptu I Made Chandra, menjelaskan bahwa pihaknya menerima banyak pertanyaan dan laporan via Instagram maupun WhatsApp terkait isu ini.

“Sudah banyak yang menghubungi/melaporkan adanya isu teror pocong via IG Polresta Banyuwangi maupun chat WA,” jelas Iptu I Made Chandra, Sabtu (24/5/2026).

Namun, hingga saat ini, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Banyuwangi maupun jajaran Polsek belum menerima laporan resmi secara langsung dari masyarakat terkait kejadian fisik atau gangguan kamtibmas akibat “teror pocong” tersebut.

“Untuk laporan secara resmi pada kami (SPKT Polresta Banyuwangi) masih belum ada. Tapi hal ini sudah ditindaklanjuti dengan melakukan patroli serta ajakan kepada masyarakat untuk segera melapor ke nomor 110 bila menemukan hal yang mencurigakan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, motif dan dalang di balik penyebaran massal isu “teror pocong” ini masih belum diketahui. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, dan lebih mengutamakan kewaspadaan terhadap kejahatan konvensional di malam hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *