banner 728x250
Daerah  

Gencar Blusukan dengan “Fistufis” , Mayor Purn TNI Kusnomo Siap Maju di Pilkades Bengkak 2027

Oplus_131072

global.i-news.site

BANYUWANGI – Suasana politik di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, mulai memanas menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) periode 2027-2035. Salah satu calon kuat, Mayor Purnawirawan TNI Kusnomo, terlihat gencar melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui kunjungan door-to-door yang dikemas dengan acara silaturahmi “Fistufis” (silaturahmi fisik/interaksi langsung)

Kusnomo, yang merupakan putra asli daerah Bengkak, menyatakan bahwa kedekatannya dengan warga bukan sekadar strategi pencitraan, melainkan wujud dari niat tulus untuk membangun desa bersama masyarakat. Ia menekankan bahwa motivasinya mencalonkan diri murni berasal dari hati nurani, bukan karena ambisi menguasai anggaran.

“Saya mencalonkan diri bukan karena ada dana desa yang akan dikelola. Sekalipun dana desa dipangkas atau minim, saya tetap maju sebagai calon. Niat saya murni ingin membangun desa bersama-sama masyarakat ke depannya,” tegas Kusnomo saat ditemui di tengah warga, Rabu (20/5/2026).

Dalam setiap kunjungannya, Kusnomo kerap menyampaikan pesan kerendahan hati. Ia menegaskan bahwa jika kelak dipercaya memegang amanah, kemenangan yang diraih bukanlah kemenangan pribadi, melainkan kemenangan bagi seluruh warga Bengkak.

“Insyaallah, apabila kami diberi amanah, kami akan membangun desa bersama-sama. Kalau diijabah oleh Allah dan menang, bukan saya yang menang, tapi warga Desa Bengkak yang harus menang. Apalagi saya ini putra daerah Bengkak, rasa memiliki saya terhadap desa ini sangat besar,” ujarnya.

Menyoroti dinamika demokrasi, Kusnomo juga berharap agar kontestasi Pilkades nanti berlangsung sehat. Ia menginginkan lawan-lawan politiknya adalah figur yang bersih dan tidak memiliki rekam jejak konflik dengan masyarakat. Baginya, integritas calon pemimpin adalah bagian penting dari kualitas demokrasi desa.

“Saya berusaha bagaimana nantinya, siapapun lawannya, harus betul-betul orang bersih yang tidak pernah berkonflik dengan masyarakat. Karena itu bagian dari demokrasi yang sehat,” imbuhnya.

Terakhir, Kusnomo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan. Ia memastikan bahwa perbedaan pilihan dalam pilkades tidak boleh menjadi alasan perpecahan.

“Beda pilihan tidak masalah. Yang terpenting, warga tetap hidup rukun dan tidak terpecah belah. Setelah pilkades selesai, kita kembali bersatu membangun Bengkak,” pungkasnya.

Dengan latar belakang militer yang dikenal disiplin dan wibawa, serta pendekatan personal yang masif, Kusnomo optimis dapat meraih kepercayaan warga Desa Bengkak untuk memimpin selama periode 2027-2035.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *