BANYUWANGI | global.i- news.site – Di Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi yang terletak di tengah kawasan pertanian Kabupaten Banyuwangi, suasana pagi hari kini berbeda dari beberapa tahun silam. Jika dulu hamparan lahan penuh dengan tanaman pangan seperti cabai dan jagung, kini deretan rumpun pisang yang tinggi dan rindang menjulang ke atas, daunnya yang lebar bergoyang mengikuti hembusan angin pantai. Banyak petani di sini yang memilih beralih menanam pisang Cavendish, sebuah pilihan yang membawa harapan baru di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

H.Suroto, salah satu petani yang sudah lama mengelola tanaman jenis jagung dan cabai kini mereka mengelola kebun pisang, mengingat waktu ketika ia masih fokus menanam jagung “Dulu, hasil panen jagung dan cabai sering tidak menutupi biaya produksi, apalagi jika musim hujan tidak sesuai jadwal. Pasalnya, harga cabai sering fluktuatif dan biaya pupuk serta obat-obatan terus naik,” ujarnya sambil memeriksa kondisi tandan pisang yang akan segera dipanen.
Perubahan mulai terjadi ketika pemerintah daerah bersama dengan kelompok tani lokal mengadakan pelatihan tentang budidaya tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pisang Cavendish menjadi pilihan utama karena permintaannya terus meningkat di pasar lokal maupun luar daerah, bahkan ada kemungkinan ekspor ke negara tetangga. Selain itu, tanaman ini relatif lebih tahan terhadap beberapa jenis penyakit dibandingkan varietas pisang lain, dan masa panen yang teratur membuat petani bisa merencanakan pendapatan mereka.

Terpisah keluarga keluarga Bu Sriyati warga Desa Alasrejo Kecamatan Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi juga ikut meramaikan budidaya pisang Cavendish. Ia mengubah dua hektar lahan jagungnya menjadi kebun pisang dan kini bekerja sama dengan mitra usaha untuk memasarkan hasil panennya ke pasar modern di kota besar. “Sekarang, kami bisa mendapatkan penghasilan yang lebih stabil. Anak-anak kami juga bisa sekolah dengan lebih tenang karena uang tidak lagi hanya bergantung pada musim panen jagung dan cabai ucapnya dengan senyum bangga.
Seiring bertambahnya jumlah petani yang beralih, kini telah terbentuk kelompok tani khusus pisang Cavendish di Wongsorejo. Mereka saling berbagi ilmu tentang teknik budidaya yang baik, cara pengendalian hama secara ramah lingkungan, serta strategi pemasaran yang efektif. Bahkan, beberapa petani mulai menerapkan sistem pertanian berkelanjutan dengan menanam tanaman penutup tanah di sekitar rumpun pisang untuk menjaga kesuburan lahan.
Kini, ketika memasuki kawasan Wongsorejo, mata akan langsung tertuju pada hamparan kebun pisang yang terawat rapi. Setiap tandan pisang yang siap panen menjadi bukti kerja keras para petani yang berani mengambil langkah berani untuk mengubah nasib mereka. Peralihan pola tanam ke pisang Cavendish bukan hanya tentang mencari keuntungan ekonomi, tetapi juga tentang membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang khususnya, di Kecamatan Wongsorejo yang damai ini.dalihnya














