banner 728x250
Daerah  

Penyebrangan Ketapang Gilimanuk,Pemotor Mendominasi – Pelayanan Tetap terkendali 

Oplus_131072
Banyuwangi | global.i-news.site – Arus penyeberangan lintas selat Bali melalui jalur yang kerap disapa dengan kata panggilan “Manuk” (merujuk pada pelabuhan Gilimanuk yang menjadi ujung sambung dari Pelabuhan Ketapang) semakin menguat, dengan kendaraan bermotor roda dua mendominasi aliran pengguna jasa. Meskipun volume meningkat, pelayanan operasional kapal feri tetap terkendali dan berjalan lancar.
Oplus_131072
“General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menyampaikan bahwa arus balik sudah terlihat sejak dini hari dan terus bergerak stabil hingga siang hari. Untuk menjaga ritme layanan, sebanyak 33 armada kapal feri dioperasikan dengan pola trip dan sandar yang dioptimalkan.

“Arus kendaraan dan penumpang terus mengalir. Kami memastikan operasional berjalan maksimal, baik dari sisi jumlah trip maupun pengaturan sandar kapal,” ujarnya.

Oplus_131072

Data operasional menunjukkan adanya pergeseran pola kendaraan. Pada H+2 Lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang mencapai 38.212 orang, sedikit meningkat 0,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Lonjakan paling mencolok terjadi pada kendaraan roda dua yang mencapai 6.534 unit atau naik 34,2 persen. Sementara kendaraan roda empat tercatat 4.290 unit, mengalami penurunan 12,9 persen. Untuk kendaraan angkutan barang, truk meningkat menjadi 464 unit atau naik 30 persen.

Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang mencapai 11.571 unit, tumbuh 10,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.”

Kepala Divisi Operasional PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang menyampaikan bahwa sejak awal periode arus balik, jumlah pemotor yang melintas telah menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. “Hingga hari ini, tercatat lebih dari 6.500 unit pemotor telah melalui pelabuhan ini, mendominasi sekitar 56% dari total kendaraan yang menyeberang,” ujarnya.
Untuk menjaga kelancaran, pihak pengelola telah mengoptimalkan jadwal kapal dengan menambah frekuensi trip pada jam sibuk dan mengaktifkan skenario penanganan antrean berbasis zona buffer. “Kita juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk mengatur alur lalu lintas dan memastikan semua prosedur keselamatan terpenuhi,” tambahnya.
Para pemotor yang datang diimbau untuk selalu membawa kelengkapan dokumen serta memeriksa kondisi kendaraan sebelum berangkat, agar perjalanan tetap aman dan tidak mengganggu kelancaran aliran penyeberangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *