BANYUWANGI | global.i-news.site – Suasana meriah menyelimuti warung nasi goreng “Bu Dewi ” Desa Alasbuluh Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi jelang dan selama Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Penjualan nasi goreng khas daerah ini melambung tinggi, bahkan membuat pembeli rela mengantri berjam-jam hingga larut malam.


Bu Dewi , pemilik warung yang telah berjualan selama lebih dari 10 tahun, mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat terhadap nasi gorengnya meningkat drastis di momen lebaran tahun ini. “Biasanya penjualan naik ya, tapi tahun ini benar-benar berbeda. Mulai dari tiga hari sebelum Idul Fitri sampai sekarang, kami harus menyiapkan bahan dua kali lipat dari biasanya. Kadang sampai stok habis sebelum jam 10 malam,” ujarnya sambil sibuk mengaduk nasi di wajan besar.
Nasi goreng yang ditawarkan memiliki ciri khas bumbu merah yang menggunakan cabai lokal dan rempah-rempah pilihan, disajikan
Banyak pembeli yang datang bukan hanya dari luar kota, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Alasbuluh Wongsorejo Dan desa desa Lain di Wongsorejo yang sedang mudik atau berkunjung ke sanak keluarga.
Salah satu pembeli, Ahmad dari Desa Bangsring mengaku telah mengantri selama hampir satu jam untuk mendapatkan porsi nasi goreng kesukaannya. “Setiap lebaran pasti saya beli di sini. Rasanya memang berbeda dengan nasi goreng lain, dan cocok disantap bersama keluarga setelah saling silaturahmi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi permintaan yang tinggi, Bu Dewi juga melibatkan seluruh anggota keluarga untuk membantu mengolah makanan dan melayani pembeli. Ia berharap keberkahan Idul Fitri dapat terus mengalir dan warungnya tetap bisa memberikan rasa yang lezat serta kenang-kenangan manis bagi setiap pelanggan.
Disini bukan nasi goreng saja yang dijual tapi juga menyediakan mi goreng, ungkapnya














