banner 728x250
Daerah  

Ops Ketupat 2026,Polresta Banyuwangi Dan Stakeholder Sepakati MOU Antisipasi Macet Pelabuhan Tanjung Wangi

Oplus_131072
global.i-news.site
BANYUWANGI,13 Maret  2026 | –  Menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polresta Banyuwangi mengambil langkah cepat dan strategis untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, khususnya di kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi. Bertempat di Aula Wira Pratama Polresta Banyuwangi, telah digelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral guna merumuskan solusi konkret dalam mengurai kemacetan armada angkutan, Rabu (11/03/2026).
Oplus_131072

Rapat tersebut dipimpin oleh Kabag Ops Polresta Banyuwangi, Kompol Idham Kholid, S.H., M.H., didampingi Kasat Intelkam AKP Hadi Iswanto, S.S., M.A.P. Hadir pula Kadishub Banyuwangi I Komang Sudira Atmaja, S.Pt., M.Si., pihak Pelindo, KSOP Tanjung Wangi, serta para ketua asosiasi sopir dan pengurus logistik (GAPIBER, PSTI, ASLI).

Oplus_131072

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan krusial. Seluruh pihak yang hadir sepakat untuk menandatangani Surat Pernyataan Bersama pada Kamis (12/03/2026) sebagai komitmen untuk mencegah terjadinya antrean panjang kendaraan yang kerap mengular di sekitar pelabuhan. Dokumen pernyataan tersebut dikumpulkan di kantor Dinas Perhubungan paling lambat pukul 09.00 WIB untuk disusun menjadi Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU).

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa koordinasi ini adalah bentuk mitigasi dini agar aktivitas ekonomi dan mobilisasi masyarakat menjelang Lebaran tidak terganggu oleh kemacetan logistik.

“Kami tidak ingin ada sumbatan arus yang mengganggu kenyamanan publik, terutama menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026. Penandatanganan MOU ini bukan sekadar formalitas, melainkan komitmen moral dan operasional antara kepolisian, otoritas pelabuhan, pemerintah daerah, dan asosiasi sopir. Kita harus satu visi: memastikan Pelabuhan Tanjung Wangi bebas dari antrean yang tidak terkendali melalui manajemen ploting kendaraan yang lebih disiplin,” tegas Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan.

Lebih lanjut, Bapak Kapolresta menambahkan bahwa keterlibatan aktif komunitas pengurus kendaraan dan Bumdes sekitar sangat penting agar kebijakan di lapangan dapat berjalan harmonis tanpa merugikan pihak manapun.

“Sinergitas adalah kunci. Dengan adanya nota kesepakatan ini, setiap pihak memiliki tanggung jawab spesifik dalam mengatur ritme kedatangan dan parkir armada angkutan. Tujuan utama kita adalah kelancaran arus lalu lintas yang berdampak langsung pada kondusifitas wilayah Banyuwangi,” pungkasnya.

Kegiatan koordinasi ini berjalan dengan interaktif, di mana para perwakilan asosiasi sopir menyambut baik langkah preventif ini demi kenyamanan bekerja di lapangan. Dengan adanya MOU ini, diharapkan arus transportasi logistik di Pelabuhan Tanjung Wangi dapat berjalan lebih tertib dan lancar menyambut musim mudik mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *