banner 728x250
Daerah  

Pelabuhan Ketapang Macet Total, Ekor Antrean Capai Green Watu Dodol Wongsorejo

Oplus_131072

global.i-news.site

BANYUWANGI – Arus lalu lintas di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk kembali mengalami kemacetan parah pada Senin (22/6/2026). Kondisi ini diperparah oleh tingginya volume kendaraan roda empat, khususnya truk besar pengangkut logistik, yang memadati area pelabuhan dan jalan akses menuju dermaga.

Berdasarkan pantauan Global News di lapangan, ekor kemacetan terlihat sangat panjang hingga mencapai area Utara Green Watu Dodol (GWD) di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Kendaraan terpaksa bergerak merayap atau bahkan berhenti total dalam waktu yang cukup lama.

Dipicu Libur Panjang Sekolah

Kemacetan massal ini diduga kuat dipicu oleh momentum libur panjang sekolah. Banyak masyarakat yang memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan perjalanan mudik atau wisata ke Bali, sehingga meningkatkan lonjakan penumpang dan kendaraan pribadi secara signifikan. Namun, dominasi truk logistik yang harus mengantre bersama kendaraan pribadi menjadi penyebab utama lambatnya arus keluar-masuk kapal feri.

Pedagang Sayur dan Ikan Waswas

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi para pelaku usaha pengiriman barang, khususnya komoditas yang mudah busuk seperti sayuran, buah-buahan, dan hasil perikanan. Keterlambatan pengiriman akibat macet berpotensi menyebabkan kerugian materiil yang besar karena kualitas barang menurun atau bahkan rusak sebelum sampai ke tujuan.

“Kami berharap kemacetan ini segera teratasi. Ini sangat mengganggu distribusi barang, terutama untuk barang-barang cepat busuk seperti sayur mayur dan ikan. Jika antrean berjam-jam, risiko barang rusak sangat tinggi,” keluh salah satu sopir truk pengangkut logistik.

Belum Ada Konfirmasi Resmi Pengelola

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak pengelola Pelabuhan Ketapang maupun instansi terkait mengenai langkah-langkah antisipasi atau solusi penanganan kemacetan tersebut. Masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan berharap adanya koordinasi yang lebih baik antara pihak pelabuhan, kepolisian, dan dinas perhubungan untuk mengurai kemacetan agar aktivitas ekonomi tidak lumpuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *