global.i-news.site
BANYUWANGI – Kondisi memprihatinkan terjadi terkait ketersediaan kendaraan operasional (ops) di sejumlah desa wilayah Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan pantauan Global News pada Sabtu (20/6/2026), nyaris tidak ada kendaraan dinas yang terlihat berada di lingkungan kantor desa untuk melayani kebutuhan administrasi atau pelayanan publik.
Kalaupun ditemukan adanya kendaraan operasional, kondisinya sangat mengkhawatirkan. Kendaraan-kendaraan tersebut tidak digunakan untuk kepentingan kantor, melainkan diduga kuat dikuasai dan digunakan secara pribadi oleh warga yang dianggap sebagai loyalis atau pendukung Kepala Desa setempat.
Jejak Kendaraan hingga ke Wilayah Lain
Penelusuran lebih lanjut yang dilakukan oleh Global News bahkan menemukan fakta mencengangkan. Salah satu kendaraan operasional jenis Suzuki Thunder yang seharusnya berada di bawah tanggung jawab pemerintah desa, terpantau berada di wilayah kecamatan lain di Banyuwangi. Hal ini menguatkan dugaan bahwa aset negara tersebut telah keluar dari koridor penggunaannya yang sah.
Masyarakat setempat menyayangkan kondisi ini. Mereka berharap kendaraan motor operasional dapat berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu untuk menunjang mobilitas perangkat desa dalam melayani warga, bukan menjadi “kendaraan pribadi” bagi kelompok tertentu.
Pelanggaran Berat: Manipulasi Plat Nomor
Selain masalah penggunaan, isu serius lainnya adalah dugaan manipulasi identitas kendaraan. Sejumlah warga melaporkan adanya perubahan plat nomor kendaraan operasional dari plat merah (milik negara/pemerintah) menjadi plat putih (milik pribadi) tanpa melalui proses pelepasan aset atau lelang yang benar secara hukum.
“Ini jelas pelanggaran. Aset negara milik pemerintah harus ada pertanggungjawaban yang jelas dari pihak desa yang menerima bantuan kendaraan ops tersebut,” tegas salah satu tokoh masyarakat yang khawatir akan terjadinya korupsi terselubung.
Perubahan plat nomor tanpa prosedur resmi dinilai sebagai upaya menyembunyikan status kepemilikan aset agar sulit dilacak oleh auditor atau masyarakat umum.
Keheningan Pejabat Terkait
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun klarifikasi dari Pemerintah Kecamatan Wongsorejo maupun para Kepala Desa terkait dugaan penyalahgunaan dan penghilangan aset operasional tersebut.
Mendesaknya transparansi pengelolaan aset desa menjadi sorotan utama. Masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Banyuwangi dan aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit fisik dan administratif terhadap seluruh kendaraan operasional di Kecamatan Wongsorejo untuk memastikan aset negara tidak dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.






