BANYUWANGI | global .i-news.site – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi tengah bertransformasi untuk menjadi pusat edukasi, dengan memanfaatkan Lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi sebagai pilar utama. Dorongan ini datang dari Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Ika Yu Santi saat melakukan kunjungan kerja pada Selasa (24/3).
Oplus_131072
Ika Yu Santi meninjau langsung berbagai lini pembinaan yang berjalan di SAE Paswangi, mulai dari sektor pertanian, perikanan, pengelolaan kafe, hingga budidaya maggot. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap transformasi yang terjadi dan melihat potensi besar kawasan ini untuk dikembangkan lebih jauh.
“SAE Paswangi memiliki potensi luar biasa untuk mendukung program kemandirian warga binaan sekaligus menjadi sarana edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ika dalam penuturannya.
Kualitas lahan yang subur dan lokasi yang strategis dengan aksesibilitas mudah menjadi nilai tambah dalam proses distribusi hasil serta kegiatan edukasi. Keberhasilan panen berkali-kali di lahan tersebut juga menjadi bukti bahwa kawasan ini layak dijadikan contoh bagi daerah lain.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Lapas Banyuwangi I Wayan Nur Asta Wibawa menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan produktivitas di SAE Paswangi. Saat ini, berbagai tanaman pangan seperti padi, jagung, serta berbagai jenis sayuran, hingga ikan lele dan nila tengah dibudidayakan secara intensif oleh warga binaan.
“Kami tidak hanya ingin SAE Paswangi menjadi wadah pembinaan internal dan mendukung ketahanan pangan nasional, namun juga berfungsi sebagai pusat edukasi pertanian dan perikanan bagi masyarakat umum. Nantinya, warga bisa melihat langsung proses budidaya dan melihat sisi positif dari pembinaan yang kami lakukan,” pungkas Wayan.