banner 728x250
Daerah  

Dugaan Penebangan Liar Pohon Kapuk Aset KLHK di Banyuwangi, Warga Minta Aparat Tindak Tegas Kusmantoro

global.i-news.site

BANYUWANGI – Kuat dugaan terjadinya penebangan liar terhadap pohon kapuk yang merupakan aset milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Desa Alasbuluh, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Sosok yang diduga kuat sebagai dalang di balik aksi pembabatan hutan tersebut adalah seorang warga setempat berinisial K (Kusmantoro).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Global News, aktivitas penebangan ini telah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara masif. Desas-desus di tengah masyarakat semakin kencang menyebutkan bahwa kelompok yang dipimpin oleh Kismantoro-lah yang bertanggung jawab atas hilangnya ratusan pohon kapuk di area tersebut.

Aset Tukar Guling dengan Pertamina

Yang membuat kasus ini semakin sensitif adalah status lahan dan pohon tersebut. Pohon-pohon kapuk yang ditebang diketahui merupakan bagian dari aset KLHK yang sebelumnya telah terlibat dalam skema tukar guling (swap) dengan PT Pertamina. Hal ini menegaskan bahwa objek yang dirusak bukan sekadar tanaman biasa, melainkan aset negara yang memiliki nilai ekonomis dan ekologis tinggi serta berada dalam pengawasan ketat instansi terkait.

Ancaman Bencana Ekologis

Aksi pembabatan hutan secara membabi buta ini menuai kecaman keras dari warga sekitar. Mereka khawatir dampak ekologis akan segera terasa, terutama ketika musim hujan tiba. Pengurangan tutupan vegetasi secara drastis dinilai berpotensi besar memicu banjir bandang dan tanah longsor di wilayah hilir, yang tentunya akan membahayakan keselamatan jiwa dan properti warga.

“Jika terus dibabat habis, siapa yang akan menanggung akibatnya saat hujan deras datang? Banjir dan longsor di hilir sudah pasti terjadi,” keluh salah satu warga yang merasa resah.

Tuntutan Penegakan Hukum

Menyikapi hal tersebut, masyarakat mendesak aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Resort Banyuwangi dan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) KLHK, untuk segera turun tangan dan menindak tegas para pelaku. Publik menuntut transparansi dan keadilan agar aset negara tidak terus-menerus dirampok oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait dari PT Pertamina maupun perwakilan KLHK belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan penebangan liar tersebut. Investigasi lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap jaringan di balik aksi perusakan lingkungan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *