BANYUWANGI | global.i-news.site – Puncak arus balik H+7 Lebaran 2026 di lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk membludak, dengan kendaraan yang akan menyeberang didominasi pemudik sepeda motor dan mobil pribadi. Hal ini menyebabkan kemacetan di area pelabuhan Ketapang dan sekitarnya.
sejak pukul 08.00 WIB, ratusan pemudik sepeda motor terus datang dari arah selatan (Jember-Banyuwangi) dan utara (Situbondo-Banyuwangi), memenuhi pintu perlintasan otomatis sepeda motor. Kendaraan roda empat juga tampak memenuhi area parkir utama pelabuhan dan jalur masuk dermaga.

General Manajer PT Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Arief Eko menyampaikan dari 32 kapal feri yang beroperasi pada puncak arus balik hari ini, 18 armada kapal di antaranya diterapkan skema tiba bongkar berangkat atau TBB untuk mengurai kepadatan kendaraan roda empat (mobil pribadi) dan sepeda motor termasuk kendaraan truk logistik.
“Yang beroperasi dengan pola TBB di Dermaga MB-IV ada empat unit, di LCM 11 unit, sedangkan di Dermaga Bulusan ada tiga unit kapal feri yang menerapkan TBB,” kata dia di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, ungkapnya

Salah seorang pemudik asal Lumajang, Sri Rahayu, mengatakan harus menghabiskan waktu hampir dua jam untuk mencapai area parkir pelabuhan, mulai dari pertigaan SPBU Farly Ketapang (1,2 km dari pelabuhan), karena diarahkan melalui jalan lingkar untuk menghindari kemacetan di jalan arteri depan pintu masuk pelabuhan.
Selain itu, sejak dini hari, ratusan truk logistik yang akan menyeberang ke Gilimanuk juga tertahan dan antre hingga 12 jam. Hingga pukul 05.15 WIB, antrean truk mengular dari Terminal Sri Tanjung hingga depan pintu masuk pelabuhan, karena buffer zone di Bulusan penuh. Namun, pada pukul 10.00 WIB, antrean truk mulai terurai secara bertahap.
Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah memperkirakan puncak arus balik terjadi pada tanggal 28-29 Maret. Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menyebutkan bahwa pada Jumat (27/3), sebanyak 43.052 penumpang, 7.289 sepeda motor, dan 4.507 mobil pribadi menyeberang dari Jawa ke Bali, jumlah yang sedikit turun dibanding hari sebelumnya.
“Kami terus berkoordinasi dengan regulator (KSOP, BPTD) dan kepolisian untuk kelancaran arus balik penyeberangan Ketapang-Gilimanuk,” kata dia.
Dari pantauan, global .i-news.site arus balik H+7 Lebaran 2026 pada hari ini yang tiba di Pelabuhan Ketapang didominasi pemudik sepeda motor, dan disusul pemudik kendaraan roda empat (mobil pribadi).
Bahkan, membludaknya pemudik sepeda motor yang akan menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk (Bali) melalui Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi), ASDP Ketapang harus menggunakan pintu tiket kendaraan roda empat, karena tolgate sepeda motor penuh antrean sepeda motor.
Berita Terkait
Post Views: 125














