banner 728x250

Ngobrol Santai Soal Kartini di Kediri: Dari Habis Gelap Terbitlah Terang, Hingga Belajar Tangguh dari Siti Khadijah

Bukan Sekadar Kebaya, Kartini sebagai Simbol Kebangkitan Akal Budi

 

KEDIRI – Suasana Senin malam 20 April 2026 di kediaman Muhammad Ikhwan, M.Pd., di Ringinrejo, Grogol, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri terasa beda dari biasanya. Sambil menikmati momen Hari Kartini, Kabiro Media Group Globalindo, Wawan Hendrawan, berkunjung untuk diskusi santai bareng sosok yang akrab disapa Gus Ikhwan tersebut.

Bukan cuma ngobrol biasa, Gus Ikhwan yang juga Kepala Sekolah SDI Al-Huda ini berbagi pandangan keren soal emansipasi. Menurut lulusan Ponpes Lirboyo ini, semangat RA Kartini itu sebenarnya sama dengan prinsip Islam, yaitu “Minadzulumati ilan Nuur” alias pindah dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang.

“Hari Kartini itu jangan cuma dilihat dari parade baju adatnya saja,” celetuk Gus Ikhwan di tengah diskusi. “Ini momen buat perempuan muslimah untuk bangkit secara intelektual. Kita ingin anak-anak perempuan kita nanti jadi sholihah yang cerdas, karena mereka bakal jadi sekolah pertama atau madrasatul ula buat anak-anaknya nanti.”

Gus Ikhwan juga bercerita gimana SDI Al-Huda yang lokasinya masih berdekatan dengan kediamannya, menyiapkan “Kartini masa depan” lewat program-program seru yang nggak membosankan, seperti:

Hafalan Juz 30 (Biar hati tetap adem).

Multimedia & Komputer (Biar nggak gaptek dan jago teknologi).

Rebana & Seni Baca Qur’an (Asah bakat seni yang islami).

Bina Islami & Pramuka (Biar mentalnya kuat dan berakhlak).

Yang menarik, diskusi ini juga mengaitkan perjuangan Kartini dengan sosok hebat Sayyidah Khadijah binti Khuwailid RA. Ternyata, Kartini sendiri sangat mengagumi sosok Khadijah yang mandiri, sukses dalam bisnis, cerdas, tapi tetap totalitas mendukung dakwah Nabi.

Gus Ikhwan pun mengutip janji Allah dalam QS. An-Nahl ayat 97, bahwa laki-laki maupun perempuan yang berbuat baik dan beriman, pasti akan dikasih kehidupan yang baik. Beliau juga mengingatkan hadis Nabi soal betapa luar biasanya peran Siti Khadijah yang selalu ada buat Rasulullah di masa-masa sulit.

Wawan Hendrawan pun angkat jempol buat dedikasi SDI Al-Huda yang sukses nyeimbangin antara pelajaran umum dan agama. Kesimpulannya simpel: Kartini zaman sekarang itu harus punya literasi kuat dan akidah yang mantap. Dengan begitu, perempuan Indonesia bisa tetap jadi pilar bangsa yang hebat tanpa melupakan ridha Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *